Minggu, 19 Januari 2014

GLOBALISASI


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Globalisasi tidak bisa ditolak karena melanda seluruh negara. Oleh karena itu, setiap negara harus bersikap pragmatis dan selektif atau pintar- pintar menyiasati tekanan globalisasi. Globalisasi bukan proses menyamaratakan keadaan diseluruh negara, tetapi globalisasi adalah sebuah langkah dan jalan pintas menempatkan bangsa indonesia dan negara-negara berkembang lainnya dalam satu lintasan dengan negara maju.
Globalisasi sebagai pengertian sering diartikan sesuatu yang berlaku atau bersifat “mendunia” atau membentuk jaringan internasional atua berlaku secara”global”.
Terjadinya sifat mendunia atau membentuk jaringan internasional atu berlaku secara global tentunya tidak begitu saja. Hal itu pastilah berlangsung lama bahkan dapat dianggap beberapa abad yang silam.
Untuk mengerti kapan dimulainya globalisasi tidak satupun orang mengetahui dan tidak tahu siapa pertama kali yang memulai. Berbagai cerita dan barang yang diperoleh dari perjalanan membuat orang tertarik untuk melakukan hal yang sama bahkan ingin lebih dari itu.
Bersamaan dengan persaingan-persaingan penjelajahan dunia, terjadi pula berbagai kemajuan yang menyertainya. Misalnya kemajuan penggunaan alat transportasi dan informasi.
Hal-hal diatas memberikan andil dalam proses globalisasi sekarang ini, karena kemajuan sekarang tidak lepas dari perkembangan masa lalu. Agar lebih jelasnya  akan kami bahas dalam makalah ini.





BAB II
PERMASALAHAN
Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian globalisasi ?
2.      Apa tanda-tanda globalisasi ?
3.      Bagaimana proses terjadinya  globalisasi ?
4.      Apa sajakah aspek globalisasi yang timbul dalam masyarakat ?
5.      Apa saja yang terkait dalam tuntutan globalisasi ?
6.      Apa saja Dampak positif yang timbul akibat globalisasi ?
7.      Apa saja Dampak negatif yang timbul akibat globalisasi ?
8.      Bagaimana politik Luar Negeri Indonesia di era globalisasi ?














BAB III
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata “globe” yang artinya bola bumi, bulatan, yaitu peta bumi yang berbentuk seperti bumi atau miniatur planet bumi. Dari kata globe menjadi global yang berarti keseluruhan yang bersangkut paut atau meliputi seluruh dunia, sehingga kata mengglobal berarti meluas keseluruh dunia/ mendunia dan kata globalisasi memiliki arti proses masuk ke ruang lingkup dunia dan tidak mengenal batas wilayah. Adapun globalisasi diartikan sebagai paham kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang layak diperhatikan, terutama dalam bidang ekonomi dan poitik.
Globalisasi merupakan suatu proses perubahan sosial yang menyebabkan seseorang, sekelompok orang, maupun suatu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan dengan masyarakat atau negara lain yang diakibatkan oleh adanya kemajuan teknologi komunikasi di seluruh dunia. Oleh karena itu, setiap peristiwa/ kejadian yang terjadi di suatu negara bisa dengan cepat diketahui oleh negara lain.
Tokoh sosial yang bernama Cohen dan Kennedy menyatakan bahwa globalisasi merupakan seperangkat transformasi yang saling memperkuatdunia yang mencakup beberapa hal. Beberapa hal yang dimaksud oleh Cohen dan Kennedy, yaitu sebagai berikut.
a.       Perubahan dalam konsep ruang dan waktu yang disebabkan berkembangnya barang-barang canggih hasil teknologi modern seperti telepon genggam, televisi , satelit, komputer, dan internet mengindikasikan bahwa komunikasi global terjadi dengan sangat cepat.
b.      Adanya rasa saling ketergantungan antarnegara di bidang produksi ekonomi dan pasar yang disebabkan adanya pertumbuhan perdagangan, pembagian pekerjaan yang baru secara internasional, meningkatnya pengaruh perusahaan berskala multinasional, serta dominasi sebuah organisasi seperi WTO (World Trade Organization).
c.       Meningkatnya interaksi kultural melalui perkembangan media massa seperti televisi, film, musik, serta transmisi berita dan olahraga internasional.
d.      Meningkatnya masalah ekonomi, lingkungan, dan permasalahan lain seperti kesehatan dunia, perdagangan obat terlarang berskala internasional, serta berbagai bentuk terorisme internasional.
Sedangkan menurut Wikipedia Encyclopedia, globalisasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perubahan-perubahan dalam masyarakat (changes) dan dalam perekonomian dunia yang dihasilkan oleh meningkat pesatnya perdagangan dan pertukaran kebudayaan.

B.     Tanda-tanda globalisasi
Secara umum tanda-tanda gobalisasi adalah sebagai berikut.
a.       Meningkatnya perdagangan global.
b.      Meningkatnya aliran modal intetnasional, diantaranya investasi langsung luar negeri.
c.       Meningkatnya aliran data lintas batas, seperti penggunaan internet, satelit komunikasi, dan telepon.
d.      Adanya desakan berbagai pihak untuk mengadili para penjahat perang di mahkamah kejahatan internasional ( International Criminal Court), dan adanya gerakan untuk menyerukan keadilan internasional.
e.       Meningkatnya pertukaran budaya ( Culture Exchange) internasional, misalnya melalui ekspor film-film Hollywood dan Bolluwood.
f.       Menyebarluasya paham multikulturalisme dan semakin besarnya akses individu terhadap berbagai macam budaya.
g.      Meningkatnya perjalanan dan turisme lintas negara.
h.      Meningkatnya imigrasi, termasuk imigrasi ilegal.
i.        Berkembangnya infrastruktur telekomunikasi global.
j.        Berkembangnya sistem keuangan global.
k.      Meningkatnya aktivitas perekonomian dunia, yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multinasional.
l.        Meningkatnya peran organisasi-organisasi internasional, seperti WTO, WIPO, dan IMF yang berurusan dengan transaksi-transaksi internasional.




C.     Proses globalisasi
Proses globalisasi dimulai dengan ekspedisi dari dunia barat (eropa) ke dunia di luar Barat lebih dari 500 tahun yang lalu. Ekspedisi ini dilkukan oleh Vasco da Gama dan Christopher Columbus dengan tujuan untuk berdagang, namun akhirnya keinginan untuk berdagang tersebut berubah tujuan menjadi kolonialisme. Menurut Mansour Fakih ada keterkaitan antara kolonialisme dan globalisasi. Menurutnya globalisasi adalah kelanjutan dari era kolonialisme dan era pembangunan atau era developmentalisme.
Paham kapitalis ini dikembangkan oleh seorang filsuf  dan ahli ekonomi dari skotlandia yang bernama Adam Smith. Paham kapitalis berkembang di negara-negara barat dan kemudian hampir menyebar luas ke seluruh dunia.
Era kapitalisme ditandai dengan ekspansi secara fisik guna mendapatkan bahan baku danbahan mentah. Selama ratusan tahun terjadilah eksploitasi manusia terhadap manusia lain. Tahap selanjutnya adalah era pembangunan, pada era ini lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi nasional, yang menjadi aktor utama adalah negara itu sendiri. Di era ini negara kolonial tidak lagi menjajah secara fisik, tetapi di wujudkan melalui ideologi atau cara pandang.
Ketika era pembangunan mengalami krisis, maka kita memasuki era baru, yaitu era globalisasi. Pada era globalisasi inilah negara-negara didukung untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi global. Yang menjadi aktor utama bukanlah negara, melainkan perusahaan-perusahaan transnasional (Transnasional Corporation, TNC) dan bank-bank internasional (Transnational Banks, TNB)  lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia dan Dana Moneter International (International Monetary Fund, IMF); birokrasi perdagangan regional dan global seperti Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization, WTO), dll. Era globalisasi membawa kemajuan yang pesat, terutama bidang teknologi  yang semakin lama semakin canggih. Bahkan bisa dikatakan setiap saat selalu diupayakan pengembangan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan mampu mempermudah kehidupan manusia.


Adapun proses globalisasi menurut Rosenau dalam bukunya yang berjudul “Turbulance in world politics” adalah sebagai berikut.
a.       Globalisasi yang diakibatkan oleh dinamika teknologi mengurangi jarak  global serta gerakan manusia yang serba cepat. Demikian pula ide-ide dan sumber-sumber yang ada di bumi ini.
b.      Globalisasi yang muncul dari masalah-masalah di bumi ini, misalnya masalah lingkungan dan masalah kependudukan.
c.       Proses globalisasi sebagai akibat mundurnya kemampuan negara memecahkan masalahnya atas dasar nasional, misalnya masalah global tentang efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, penyakit-penyakit seperti AIDS, dan berbagai jenis kejahatan yang sifatnya bukan saja terbatas pada batas-batas negara, tetapi antar negara.
d.      Munculnya subkelompok-subkelompok yang semakin kuat dalam masyarakat, misalnya lahirnya berbagai jenis dan bentuk LSM ( Non-Governmental Organization).
e.       Globalisasi sebagai akibat dari meningkatnya keahlian, pendidikan, dan keberdayaan refektif masyarakat sehingga mampu melihat masalah-masalah diluar batas negaranya, misalnya rasa solidaritas didalam bencana alam yang terjadi di luar daerahnya dan rasa senasib dengan penderitaan yang dialami oleh bangsa-bangsa lain.
Beberapa segi perkembangan bidang kehidupan terkait dengan proses globalisasi  yang berdampak luas terhadap masyarakat internasional.
No
Subjek proses
Indikator globalisasi
Contoh/keterangan
1.
Globalisasi informasi
·         Penunjang arus informasi global melalui siaran televisi baik langsung (melalui satelit) maupun tidak langsung (melalui paket siaran).
·         Semakin dinamis dan cepat, misalnya berita yang  disiarkan pada realtime (dari tempat kejadian saat peristiwa terjadi ) langsung dapat dikomunikasikan kepada msyarakat internasional.
·         Bila ada pergolakan atau keputusan pemerintah di satu belahan dunia, dapat berpengaruh terhadap lonjakan kurs mata uang, demonstrasi, aksi protes, dan sebagainya.
Peristiwa gempa tsunami yang melanda kawasan Asia pada tanggal 26 Desember 2004, dalam waktu singkat dapat disiarkan langsung oleh salah satu stasiun swasta.
2.
Globalisasi telekomunikasi
        i.            Kemajuan pesat dalam teknologi komunikasi dan informasi dalam bentuk sibernetik 3K ( komunikasi, komputer, dan kendali).
      ii.            Terbentuknya jaringan komunikasi global yang mampu memberikan pelayanan digita terpadu (broadband integrated service digital network) yang sekarang ini dimulai dengan internet.
Melui internet kita dapat meminta, mengolah, dan manipuasi segala informasi di mana pun kita berada dalam berbagai bentuk ( alfanumerik, suara, warna, gerak, hardcopy, dan lain-lain.
3.
Komunitas global
        i.            Perubahan nilai-nilai pada masyarakat akibat arus informasi, misalnya dalam hal musik, pasar modal dan uang, bursa komoditi, pertaruhan, dan sebagainya.
      ii.            Adanya informasi yang berlangsung selama 24 jam sehari, merangsang tindakan instan peminatnya tanpa peduli waktu dan tempat.
    iii.            Berkembangnya informasi seperti majalah, newsletter, berita faksimile penerbitan elektronik, dan sebagainya yang terbatas pada profesi tertentu yang membutuhkan perkembangan mutakhir setiap ada perubahan bidang tersebut.
Memunculkan kelompok spesialis manusia global di suatu bidang tertentu yang lebih mengenal kelompoknya di luar negeri daripada di negaranya sendiri.
4.
Ledakan informasi
        i.            Kemajuan IPTEK dan arus komunikasi global yang semakin canggih, cepat, dan berkapasitas tinggi.
      ii.            Laju pertumbuhan dan akumulasi pengetahuan serta informasi meningkat sangat cepat secara tajam (eksponensial).
Menurut para ahli bahwa informasi yang dihasilkan dalam 30 tahun terakhir lebih banyak dari produksi 5.000 tahun sebelumnya.
5.
Kecemasan informasi
        i.            Kompleksitas informasi baik jenis, jumlah, maupun kualitasnya yang berkembang di segala bidang termasuk juga informasi yang tidak berguna.
      ii.            Orang berlomba-lomba mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, meskipun pada akhirya tidak mampu mengelola dengan cepat dan tepat.
Cepat  berkembangnya isu-isu tertentu yang belum jelas sumbernya, namun sudah dipercaya menjadi masalah aktual, misalnya terorisme, wabah penyakit, dan lain-lain.

D.    Aspek Globalisasi
Globalisasi telah mencakup segala aspek kehidupan manusia yakni aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
a.       Aspek politik
Globalisasi telah mengubah pola pikir masyarakat mengenai pemerintahan. Masyarakat menuntun transpirasi pemerintah, demokrasi, serta kemerdekaan mengeluarkan pendapat. Hal ini membawa pengaruh positif bagi masyarakat, karena bisa mencegah penyelewengan jabatan misalnya kasus-kasus korupsi, kolusi dan nepotisme. Namun kadang-kadang bisa berakibat pada kebebasan rakyat yang kebablasan karena kuarang mematuhi aturan yang ada.
b.      Aspek ekonomi
Globalisasi sangat mengubah pola distribusi dalam masyarakat karena dengan kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi, tentunya dapat mempercepat alur distrbusi barang.
c.       Aspek sosial budaya
Globalisasi telah mengubah tata nilai sosial budaya dalam masyarakat, cara hidup, maupun iptek dari bangsa lain yang telah maju untuk kemajuan dan kesejahteraan  umat manusia. Seperti kemandirian, disiplin, kerja keras, etos kerja tinggi,  sikap sportif, dan lain-lain.
d.      Aspek pertahanan dan keamanan
Globalisasi telah mengubah pola hubungan dan kerja sama yang sifatnya sederhana menjadi kompleks yang melibatkan kerja sama bilateral, regional, maupun internasional dan berbagai bidang dari ekonomi sampai pertahanan dan keamanan. Misalnya kerja sama negara-negara ASEAN bidang kemiliteran, pemberantasan jaringan narkoba, dan lain-lain.
Selain itu, ada pendapat dari Bahruddin Darus mengenai aspek globalisasi, yaitu sebagai berikut.
a.       Globalisasi informasi dan komunikasi
Informasi semakin deras melalui berbagai jalur yang membawa serta nilai dan budaya luar. Globalisasi informasi dapat diindikasikan oleh pemakaian media komunikasi elektronik seperti radio, televisi, dan terutama internet.
b.      Globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas
Globalisasi di bidang ini di tunjukan antara lain globalisasi pasar serta makin berkembangnya perusahaan-perusahaan transnasional.
c.       Globaisasi gaya hidup, pola konsumsi, budaya, dan kesadaran
Hal ini terjadi melalui proses pengalihan dan transplantasi gaya hidup baru yang dominan, pennyeragaman pola konsumsi, dan pertukaran budaya yang mana produk suatu negara di pasarkan di seluruh dunia.
d.      Globalisasi media massa
Media membangun opini mealui media canggih dan mutakhir sejenis televisi, audiovisual, broadcasting, kaset, compact disk, electronic newspaper, dan iklan global.
e.       Globaisasi politik dan wawasan
Kekuatan arus globalisasi ini masuk melalui isu demokratisasi, hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan tuntutan keterbukaan.

E.     Tuntutan Globalisasi

a.       Individualisme merupakan sikap yang cenderung mengutamakan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan umum, memudarkan solidaritas dan kesetiakawanan sosial, musyawarah mufakat, dan gotong royong.
b.      Apresiasi generasi muda, semakin banyaknya generasi muda yang meupakan para pahlawan dan jati diri bangsanya dengan fenomena baru, misalnya lebih mengenal dan mengidolakan artis, bintang film, dan pemain sepak bola asing yang ditiru dengan segala macam aksesorisnya.
c.       Pandangan kritis terhadap ideologi negaranya. Semakin banyak masyarakat yang apatis terhadap ideologi negaranya. Masyarakat tidak lagi tertarik untuk membahas masalah ideologi negara, tetapi mereka cenderung lebih bersikap kritis dalam operasionanya dengan  cara membandingkannya dengan ideologi negara lain yang mereka anggap lebih baik.
d.      Diversifikasi masyarakat merupakan lahirnya berbagai kelompok masyarakat dengan profesi tertentu yang terus berkompetisi dalam berbagai bidang kehidupan demi mencapai kesejaheraan yang mengglobal dan bertaraf internasional.
e.       Keterbukaan yang lebih tinggi merupakan adanya tuntutan dari masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang lebih menomorsatukan pendekatan dialogis, demokratisasi , supermasi hukum, transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.






F.      Dampak Globalisasi
Mengenai dampak globalisasi, dapat dilihat dalam tabel berikut.
No
Aspek globalisasi
Dampak positif
Dampak negatif
1.
Globalisasi di bidang hukum, pertahanan, dan keamanan
        i.            Semakin menguatnya supermasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dlaksanakanya hak-hak asasi manusia.
      ii.            Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.
    iii.            Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional, transparan dan akuntabel.
    iv.            Menguatnya supermasi sipil dengan mendudukan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara yang profesional.
i.                    Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihak tentara dan polisi,
ii.                  Perubahan dunia yang cepat mampu memengaruhi pola pikir masyarakat secara global. Masyarakat seringkali mengajukan tuntutan kepada pemerintah dan jika tidak dipenuhi, masyarakat cenderung bertindak anarkis sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2.
Globalisasi bidang sosial budaya
i.                    Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan da teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
ii.                  Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain-lain
i.                    Semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
ii.                  Semakin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup seperti individualisme (mengutamakan kepentingan diri sendiri), pragmatisme (melakukan suatu kegiatan yang menguntungkan saja), hedonisme ( paham yang mengutamakan kepentingan keduniaan semata), primitif (sesuatu yang sebelumnya di anggap tabu, kemudian di anggap sebagai sesuatu yang biasa/wajar), konsumerisme (pola konsumsi yang sudah melebihi batas).
iii.                Semakin lunturnya semangat gotong royong, solidaritas,kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/darurat, misanya sakit, kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.
3.
Globalisasi bidang ekonomi sektor perdagangan
        i.            Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komoditi lain memberi peluang kepada indonesia untuk ikut bersaing merebut pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.
      ii.            Di bidang jasa, kita mempunyai peluang menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan budaya tradisional yang beraneka ragam.
i.                    Arus masuk perdagangan luar negeri menyebabkan defisit perdagangan nasional.
ii.                  Maraknya penyelundupan barang ke indonesia.
iii.                Masuknya wisatawan ke indonesia melunturkan niai luhur bangsa.

Globalisasi bidang ekonomi sektor produksi
        i.            Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang, dengan pertimbangan keuntungan geografis (melimpahnya bahan baku, areal yang luas, dan tenaga kerja yang murah) meskipun masih sangat terbatas dan rentan terhadap perubahan-perubahan kondisi sosial-politik dalam negri ataupun perubahan-perubahan global, Indonesia memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru bagi perusahaan tersebut.
i.                    Pengusaha dalam negri lebih tertarik bermitra dengan pengusaha dari luar. Akibatnya, kondisi industri dalam negri sulit berkembang.
ii.                  Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
iii.                Suatu perusahaan asing memindahkan usahanya ke luar negri mengakibatkan PHK tenaga kerja dalam negeri.


Globalisasi bidang ekonomi sektor investasi
i.                    Kecenderungan global terbatasnya ivestasi asing langsung(foreign direct investment) justru memberikan peluang bagi pasar modal di Indonesia, misalnya Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk meningkatkan transaksinya tanpa harus bersaing dengan investor asing yang enggan berinvestasi secara langsung dengan mendirikan perusahaan sendiri.
Perkembangan perusahaan nasional menjadi sangat lambat karena investasinya lebih banyak melalui bursa efek daripada mendirikan perusahaan baru.

Globalisasi bidang ekonomi sektor pasar uang
i.                    Peredaran uang secara langsung dan tanpa batas negara memiliki aspek positif, antara lain: para pengusaha dapat melakukan transaksi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, memberikan peluang kepada lembaga perbankan Indonesia untuk merebut jasa layanan kartu kredit, transfer antar bank, dan layanan anjungan tunai mandiri (ATM).
i.                    Maraknya kejahatan pembobolan rekening bank melalui jaringan online.
ii.                  Banyaknya pemalsuan uang baik mata uang rupiah maupun valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat.

Globalisasi bidang ekonomi sektor pasar kerja.
i.                    Kebebasan gerak para pekerja yang semakin mengglobal memberikan kesempatan kepada pekerja dari Indonesia untuk memperoleh lapangan pekerjaan di perusahaan asing, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.
i.                    Maraknya para pekerja illegal.
ii.                  Banyaknya pelanggaran HAM terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
4.
Globalisasi organisasi dan hubungan internasional.
i.                    Meski organisasi internasional terutama bank dunia, WTO dan IMF menunjukkan kecenderungan sangat berkuasa dalam hubungan internasional, sisi positif yang diambil adalah memberi peluang bagi menteri perekonomian dan pejabat perwakilan konsuler Indonesia untuk melakukan lobi diplomatik dalam rangka menyeimbangkan kekuatan tawar menawar, yang pada akhirnya menemukan jalan keluar yang terbaik dalam menyelesaikan persoalan perekonomian Indonesia.
i.                    Melemahnya posisi tawar menawar dalam proses diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.
ii.                  Munculnya rasa ketidakadilan global yang berpengaruh pada sikap apatis dalam pergaulan internasional.
5.
Globalisasi bidang media.
Distribusi citra (image) dan informasi global terutama melalui media elektronik seperti televisi, video dan internet, memberikan nilai positif: menjadi sarana pendidikan bagi orang Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dan memudahkan memperoleh barang-barang manufaktur berkat citra global.
i.                    Muculnya sikap materialistis, gaya hidup konsumtif, dan memtalitas instan.
ii.                  Maraknya pornografi dan pornoaksi.
iii.                Melemahnya nilai luhur bangsa.
6.
Globalisasi bidang turisme
Globalisasi turisme internasional memberikan sumbangan positif bagi perkembangan turisme di Indonesia. Misalnya: menambah lapangan kerja baru bagi agen perjalanan wisata, meningkatkan angka tingkat hunian hotel, berkembangnya jasa transportasi dan lain-lain.
i.                    Maraknya penyelundupan obat-obatan terlarang.
ii.                  Maraknya penyakit masyarakat (contoh: prostitusi, perdagangan wanita, kawin kontrak).
iii.                Berkembangnya penyakit menular seperti HIV/AIDS.
7.
Globalisasi bidang politik.
i.                    Pemerintah dijalankan secara transparan (terbuka), demokratis, dan penuh kebebasan. Dengan adanya keterbukaan, dimungkinkan praktik KKN dapat dicegah.
ii.                  Meningkatkan partisipasi rakyat dalam pemerintahan.
iii.                Meningkatkan legitimasi pada pemerintah yang sedang berkuasa sehingga kebijakan yang diambil akan mendapat dukungan luas dari masyarakat secara bertanggung jawab.
iv.                Mendorong kreativitas rakyat sehingga dapat menjadi alat kontrol yang baik terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah.
v.                  Semakin banyak lahir partai politik, organisasi non pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyuarakan hak asasi manusia, supremasi hukum, demokratisasi, ligkungan, dsb.
i.                    Penyebaran nilai-nilai politik Barat          baik secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk unjuk rasa dan demonstrasi yang semakin berani dan terkadang hanya mementingkan kepentingan seseorang atau sekelompok tertentu dan mengabaikan kepentingan umum.
ii.                  Semakin lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong-royong.
iii.                Semakin menguatnya nilai-nilai politik berdasarkan semangat individual, kelompok, oposisi, diktator mayoritas, atau tirani minoritas.



G. Politik Luar Negeri Indonesia di era globalisasi
1. Politik Luar Negeri
Politik Luar Negeri adalah kebijakan suatu negara dalam mengadakan hubungan-hubungan luar negerinya dengan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan nasionalnya.
Politik Luar Negeri setiap Negara mempunyai banyak kegunaan sebagai berikut.
a.       Politik Luar Negeri sebagai penyambung kehendak Nasional ke dalam dunia internasional.
Peranan politik luar negeri sebagai penyambung kehendak nasional ke dalam dunia internasional, maka politik luar negeri harus dapat menguraikan dan menjelaskan apa yang menjadi cita-cita nasional suatu bangsa. Dengan adanya politik luar negeri, kita dituntut mampu mengenalkan dan menjalankan kehendak nasional terhadap negara/bangsa lain. Selain itu politik luar negeri mempunyai kewajiban untuk menghindari segala macam kekeliruan dan kesalahpahaman, menghilangkan permusuhan, menanamkan kepercayaan, dan menarik simpati terhadap negara-negara lain untuk lebih mengenal kita.
b.      Politik Luar Negeri sebagai penegak Identitas dan Integritas Nasional
Sasaran yang hendak dicapai dalam pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerja sama Internasional adalah semakin meningkatnya peranan Indonesia dalam hubungan internasional dan dalam menciptakan perdamaian dunia serta pulihnya citra Indonesia dan kepercayaan masyarakat Internasional yang lebih baik dalam mendukung pembangunan nasional. Setiap negara mempunyai identitas, hal ini terlihat dan tercermin dari falsafah hidupnya dan juga bisa terlihat dari sistem perekonomiannya. Sistem politiknya dan sistem sosial budayanya yang merupakan ciri khas suatu bangsa/negara.
c.       Politik luar negeri sebagai pembela dan pengabdi kepentingan nasional
Setiap negara mempunyai tujuan nasional yang mempunyai kaitan erat dengan sasaran yang telah dicapai. Untuk itu, sasaran politik luar negeri dijadikan sumber inspirasi dan motivasi dari politik luar negeri, maka dari itu setiap politik luar negeri diharuskan mengacu dan mengarah kepada kepentingan nasional yang merupakan bagian dari tujuan nasional. Kita diharapkan untuk menyadari bahwa setiap bangsa mmerupakan bagian dari manusia. Kita harus menghilangkan sikap chauvinisme, yaitu merupakan sikap bangsa terhadap bangsa sendiri tanpa memperhatikan kepentingan bangsa lain.
d.      Politik luar negeri sebagai pemelihara kesatuan dan persatuan bangsa
Dalam era globalisasi seperti saat ini, politik luar negeri suatu negara harus mendapatkan dukungan dan persetujuan dari semua warga negaranya untuk mewujudkan cita-cita yang hendak dicapai negara tersebut. Bila terjadi perbedaan diantara warga negara tentang politik luar negerinya, maka sangat disayangkan karena hal tersebut akan menimbulkan perpecahan dalam negara tersebut. Peranan politik luar negeri, yaitu untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara warga negaranya.
2. tujuan politik luar negeri Indonesia
a. pembentukan satu negara Indonesia yang berbentuk kesatuan dan berkebangsaan yang demokrasi dengan wilayahnya dari sabang sampai merauke.
b. membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur materil dan spirituil dalam satu wadah negara kesatuan Republik Indonesia. Bekerja sama khususnya dengan negara-negara Asia dan Afrika untuk membentuk suatu dunia yang baru, bersih dari imperialisme menuju perdamaian yang abadi.
Di dalam pembukaan UUD 1945 alinea I dan IV tercantum tujuan politik luar negeri yang mencakup hal-hal berikut.
a.       Negara Indonesia berkeinginan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, saling menghormati HAM, dan kedaulatan setiap negara.
b.      Negara Indonesia berkeinginan untuk mewujudkan pergaulan internasional yang tertib tanpa ada pertikaian maupun penjajahan dari suatu negara ke negara lain.
c.       Negara Indonesia memberikan bantuan kepada negara lain yang membutuhkan.
d.      Negara indonesia berusaha menghilangkan kesenjangan ekonomi, sosial, dan politik antarnegara di dunia.
e.       Negara Indonesia berusaha memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan berpartisifasi aktif dalam organisasi internasional dalam mewujudkan perdamaian dunia.




BAB IV
PENUTUP

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Globalisasi
Globalisasi merupakan suatu proses perubahan sosial yang menyebabkan seseorang, sekelompok orang, maupun suatu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan dengan masyarakat atau negara lain yang diakibatkan oleh adanya kemajuan teknologi komunikasi di seluruh dunia.
2.      Proses globalisasi
Proses globalisasi dimulai dengan ekspedisi dari dunia barat (eropa) ke dunia di luar Barat lebih dari 500 tahun yang lalu. Ekspedisi ini dilkukan oleh Vasco da Gama dan Christopher Columbus dengan tujuan untuk berdagang, namun akhirnya keinginan untuk berdagang tersebut berubah tujuan menjadi kolonialisme. Menurut Mansour Fakih ada keterkaitan antara kolonialisme dan globalisasi. Menurutnya globalisasi adalah kelanjutan dari era kolonialisme dan era pembangunan atau era developmentalisme.
3.      Aspek Globalisasi
Globalisasi telah mencakup segala aspek kehidupan manusia yakni aspek politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
4.      Tuntutan Globalisasi
a.       Individualisme
b.      Apresiasi generasi muda
c.       Pandangan kritis terhadap ideologi negaranya
d.      Diversifikasi masyarakat
e.       Keterbukaan yang lebih tinggi.
5.  Politik Luar Negeri Indonesia di era globalisasi
Politik Luar Negeri adalah kebijakan suatu negara dalam mengadakan hubungan-hubungan luar negerinya dengan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan nasionalnya.



DAFTAR PUSTAKA
Rahmawati, N., S. Damayanti dan S. Nurjanah. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk         SMA/MA Kelas XII Semester Genap. Klaten: Penerbit Viva Pakarindo .
Achmadi. 2006. Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas IX Semester Genap. Klaten. Aviva.
Winata W dan Supriyanto. 2006. Kewarganegaraan SMA dan MA. Solo. Tiga Serangkai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar