Minggu, 19 Januari 2014

majaz atau tasybih (al-Balaghah) dalam bahasa Arab, bentuk dan aplikasinya


Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena limpahan rahmat-Nya saya diberi kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata kuliah Bahasa Arab.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya beserta sahabatnya yang membawa risalah Allah SWT dan membawa agama Islam menuju terciptanya masyarakat yang terang.
Tak terlupakan pula saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Isro, M.Ag yang membimbing saya dan semua mahasiswa STKIP Islam Bumiayu dalam mata kuliah Bahasa Arab sehingga kami mempunyai pengetahuan tentang aplikasi Bahasa Arab.
Makalah yang berjudul “majaz atau tasybih (al-Balaghah) dalam bahasa Arab, bentuk dan aplikasinya” merupakan aplikasi dari saya. Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah tersebut juga untuk memberikan pengetahuan tentang tasybih (al-Balaghah).
Saya berharap makalah ini dapat bermanfaat dan memberi gambaran ataupun menjadi referensi  kita dalam mengenal dan mempelajari tasybih.
Dalam makalah ini, saya menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat saya nantikan.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya. Aamiin...


Bumiayu, 11 Mei 2013


DAFTAR ISI

No.      Isi                                                                                                                    Halaman
1.         Kata Pengantar......................................................................................         1
2          Daftar Isi...............................................................................................          2
3          Bab I : Pendahuluan..............................................................................         3
            A) Latar Belakang.................................................................................         3
            B) Rumusan Masalah............................................................................          4
4.         Bab II : Pembahasan.............................................................................          5
            A) Al-Balaghah.....................................................................................          5
            B) Istilah Ilmiah dalam Ilmu Bayan......................................................         6
            C) Keindahan Bahasa dalam Ilmu Bayan.............................................          7
            D) Pengertian Tasybih..........................................................................          9
            E) Rukun Tasybih.................................................................................          9
            F) Tujuan Tasybih.................................................................................          9
            G) Macam-Macam Tasybih...................................................................          10
            H) Kalimat-Kalimat Tasybih.................................................................          12
5.         Bab III : Penutup...................................................................................         15
            A) Kesimpulan......................................................................................          15
            B) Harapan............................................................................................          16
6.         Daftar Pustaka.......................................................................................         17



BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Dalam Bahasa Arab dikenal 3 istilah ilmiah yaitu : Al-Fashahah (tampak dan jelas), Al-Balaghah (sampai dengan indah dan jelas), dan Al-Ushlub (cara atau metode yang tersusun). Satu disiplin ilmu menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat indah dan sangat sarat akan makna itu adalah balaghah. Balaghoh merupakan suatu disiplin ilmu yang berdasarkan kepada kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar diantara macam-macam uslub ( ungkapan ). Balaghah berasal dari balagho yang berarti mencapai target. Jadi, Balaghah secara etymology berarti mencapai target serta tujuan dari sebuah ucapan yang indah dan fasih.
Mengenal Balaghah berarti mengenal kehidupan bangsa Arab serta mengetahui mutu peradaban dan kemajuan akal orang orang Arab yang kemudian dilanjutkan oleh Islam.  Karena balaghah adalah seni keindahan bahasa Arab, sebagaimana juga bangsa lain yang mempunyai seni keindahan dalam bahasa mereka.
Dalam Ilmu bayan dikenal  aspek-aspek keindahan bahasa yang meliputi : Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan), Al-Hakiki (makna yang sebenarnya), Al-Mazaji (makna kiyasan), Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran), dan Pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa)
Dalam kesempatan kali ini, penulis akan menyajikan kajian Ilmu Bayan khususnya tentang “Tasybih”. Tasybih termasuk uslub bayan yang didalamnya terdapat penjelasan dan perumpamaan. Tasybih merupakan langkah awal untuk menjelaskan suatu makna dan sarana untuk menjelaskan sifat. Dengan Tasybih, maka kita dapat menambah ketinggian makna dan kejelasannya serta juga dapat membuat makna tampak lebih indah dan bermutu. Maka dari itulah saya sebagai penulis membahas tentang tasybih (al-Balaghah) pada makalah ini, agar mahasiswa khususnya dan umumnya bagi para pembaca mampu mengetahui dan mempunyai pengetahuan tentang tasybih (al-Balaghah) serta mampu menerjemahkan Al-Qur’an dan menulis dan mengucapkan ungkapan Bahasa Arab dengan indah.

B.        Rumusan Masalah
1. Apa itu al-Balaghah ?
2. Apa saja yang termasuk dalam istilah ilmiah dalam Ilmu Bayan ?
3. Apa saja yang merupakan keindahan bahasa dalam Ilmu Bayan ?
4. Apa yang dimaksud dengan tasybih dalam ilmu bayan ?
5. Apa saja rukun tasybih dalam ilmu bayan itu ?
6. Apa tujuan tasybih dalam ilmu bayan ?
7. Sebutkan macam-macam tasybih dalam ilmu bayan !











BAB II
PEMBAHASAN

A. AL-BALAGHAH
Satu disiplin ilmu menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat indah dan sangat sarat akan makna itu adalah balaghah. Balaghoh merupakan suatu disiplin ilmu yang berdasarkan kepada kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar diantara macam-macam uslub ( ungkapan ). Balaghah berasal dari balagho yang berarti mencapai target. Jadi, Balaghah secara etymology berarti mencapai target serta tujuan dari sebuah ucapan yang indah dan fasih. Ilmu Balaghah disusun untuk menjelaskan keistimewaan dan keindahan susunan bahasa dan segi-segi i’jaz Al-Qur’an. Seorang ahli balaghah yang termasyhur yaitu Abdul Qaahir Al-Jurjani yang mengarang kitab Dalailul I’jaz dalam ilmu Ma’ani dan kitab Asrarul Balaghah dalam ilmu Bayan.
Mengenal Balaghah berarti mengenal kehidupan bangsa Arab serta mengetahui mutu peradaban dan kemajuan akal orang orang Arab yang kemudian dilanjutkan oleh Islam.  Karena balaghah adalah seni keindahan bahasa Arab, sebagaimana juga bangsa lain yang mempunyai seni keindahan dalam bahasa mereka.
Ilmu Balaghah bertujuan untuk menyampaikan makna secara jelas dan sempurna ke dalam hati pembaca atau pendengar. Ungkapan yang indah adalah ungkapan yang mampu menceritakan kegembiraan yang dahsyat atau kekaguman serta ketakutan yang dikemas dengan indah. Keindahan inilah yang berasal dari sang pembicara yang mampu mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita secara dalam dan sempurna. Seakan-akan ada makna yang melayang layang dan belum jelas dalam hati kita.

B. ISTILAH ILMIAH DALAM ILMU BAYAN
Ada 3 istilah ilmiah dalam ilmu Bayan, yakni :
v  Al-Fashahah ( Tampak dan Jelas )
v  Al-Balaghah ( Sampai  dengan indah dan jelas )
v  Al-Ushlub ( Cara atau metode yang tersusun)

1.         AL- Fashahah ( Tampak dan Jelas )
a.         Pengertian secara etimologi : “al-zhuhur wa al-Bayan” tampak dan nyata/jelas.
b.         Secara Istilahi dalam ilmu retorika atau keindahan kata berarti : “suatu ungkapan yang jelas maksudnya, bagus susunan kata-katanya, dan mudah mengucapkannya”.
c.         Contoh al-Fashahah : “kami mengutus seorang Rasul hanya dalam bahasa kaumnya”.

2.         Al-Balaghah ( Sampai  dengan indah dan jelas )
a.         Ta’rif secara etimologi: “al-wushul wa al-intiha’i” atau sampai dengan jelas dan indah.
b.         Secara definitif : “Suatu penyampaian pengertian yang indah dan jelas, dengan ungkapan yang jelas lagi fasih”.
c.         Contoh al-Balaghah : “Pada tempat yang penuh rahmat Allah, mereka di dalamnya kekal”.

3.         Al-Ushlub ( Cara atau metode yang tersusun)
a.         Secara harfiyah : “cara perangkaian kata yang tersusun”.
b.         Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “suatu pengertian yang dinyatakan dengan kata-kata yang tersusun dalam bentuk yang lebih dekat guna mencapai tujuan yang dimaksud oleh perkataan tersebut”.
c.         Contoh al-Ushlub : “dan tidak ada noda usang bagi bulan purnama kemilau, tetapi pada wajahnya kelihatan cemaran dari tamparan”.

C. KEINDAHAN BAHASA DALAM ILMU BAYAN
Ada 5 aspek keindahan bahasa dalam ilmu Bayan, yakni:
Ø  Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan)
Ø  Al-Hakiki (makna yang sebenarnya)
Ø  Al-Mazaji (makna kiyasan)
Ø  Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran)
Ø  Pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa)

1)         Al-Tasybih ( perbandingan atau penyerupaan )
a.         Secara harfiyah: “perbandingan atau perumpamaan kata dengan kata lain”
Seperti: Wajah gadis cantik dengan rembulan”.
b.         Menurut Istilah ilmu retorika: “suatu ungkapan mengenai sesuatu yang mempunyai persamaan sifat atau persamaan yang lainnya”. Dengan menggunakan kata ‘ka’ (seperti/laksana/bagaikan, dll)”.
c.         Contoh al-Tasybih: “Anda seperti matahari bercahaya. Meskipun anda telah melampau bintang zuhal”.

2)         Al-Hakiki (makna yang sebenarnya)
a.         Secara harfiyah : “makna yang selayaknya atau yang sebenarnya”.
b.         Menurut Istilah ilmu retorika: “kata yang dipakai dalam kalimat menurut arti yang sebenarnya”.
c.         Contoh al-Hakiki: “Ahmad membaca buku”
3)         Al-Mazaji (makna kiyasan)
a.         Secara harfiyah : “jalan/perjalanan/kebolehan/kiyasan”.
b.         Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “kata yang digunakan dalam kalimat bukan menurut arti yang sebenarnya, karena ada ‘alaqah/hubungan atau qarinah/bukti/sebab yang menghalangi arti yang dimaksud menurut yang sebenarnya”
c.         Contoh al-Mazaji: “Ini adalah suatu kitab yang telah kami turunkan kepadamu supaya kamu membawa manusia dari kegelapan ke cahaya”.

4)         Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran)
a.         Secara harfiyah : “sindiran atau menyebutkan sesuatu perkataan dengan maksud yang lain”.
b.         Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “lafazh yang diucapkan atau digunakan dan dimaksudkan dengan lafazh itu pengertiannya yang lain serta boleh pula pengertian yang sebenarnya”
c.         Contoh al-Kinayah: “Si Pulanah jauh tempat jatuh anting-antingnya”.

5)         Pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa)
Dari pembahasan ilmu bayan yang telah dijelaskan di depan yang meliputi aspek ilmiah bahasa (al-fasahah, al-balaghah dan al-uslub), juga aspek keindahan bahasa (al-tasbih, al-hakiki, al-majazi, dan al-kinayah) semuanya memberikan pengaruh yang besar dalam penyampaian teks/kalam dalam aneka bentuk/sighat kebahasaan.
Seseorang akan menjadi penulis/penyair/ahli pidato yang dianggap kreatif, baik, terkenal dan masyhur hanya dengan menguasai kajian kebahasaan di atas. Keahlian ini bisa diawali dengan membaca syair-syair, kitab sastra dan dan mempelajari bentuk keunikan lafazh dan susunan yang terkandung dalam kalimat.
D. PENGERTIAN TASYBIH
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tasybih ialah perbandingan atau perumpamaan kata dengan kata lain. Secara etimologis Tasybih bermakna tamsil, yang berarti ‘Perumpamaan’ atau ‘Penyerupaan’. Sedangkan Tasybih menurut ahli ilmu bayan adalah suatu istilah yang di dalamnya terdapat pengertian penyerupaan atau perserikatan antara dua perkara (Musyabah dan Musyabah bih). Perserikatan tersebut terjadi pada suatu makna ( wajh al-syibh) dan dengan mengunakan sebuah alat (adat Tasybih).
Tasybih termasuk uslub bayan yang didalamnya terdapat penjelasan dan perumpamaan. Tasybih merupakan langkah awal untuk menjelaskan suatu makna dan sarana untuk menjelaskan sifat. Dengan Tasybih, maka kita dapat menambah ketinggian makna dan kejelasannya serta juga dapat membuat makna tampak lebih indah dan bermutu. Berikut ini ungkapan al-Ma’arri dalam bentuk Tasybih.

E. RUKUN TASYBIH
Suatu ungkapan dinamakan Tasybih jika memenuhi syarat-syarat dalam unsur-unsurnya. Sebuah Tasybih harus memenuhi unsure-unsur berikut:
1. Musyabah, yaitu sesuatu yang hendak diserupakan.
2. Musyabah bih, sesuatu yang diserupai, kedua unsur ini disebut Thorafai Tasybih (kedua pihak yang diserupakan).
3. Wajh al-Syibh, yaitu sifat yang terdapat pada kedua pihak itu.
4. Adat al-Tasybih, yaitu huruf atau kata yang digunakan untuk menyatakan penyerupaan.

F. TUJUAN TASYBIH
Secara umum tujuan tasybih ialah untuk menjadikan suatu sifat lebih mudah diindera. Adapun secara terperinci tujuan-tujuan tasybih ialah :
1) Bayaan miqdaar al-shifat (menjelaskan kualitas sifat)
2) Taqriir al-shifat (meneguhkan sifat)
3) Tahsiin al-musyabbah (memperindah musyabbah)
4) Taqbiih al-musyabbah (memperburuk musyabbah)
5) Tashwiir al-musyabbah bi shuurah al-thariifah
6) Itsbaat qadhiyyah al-musyabbah

G. MACAM-MACAM TASYBIH
1)         Tasybih mursal adalah tasybih yang disebut adat tasybihnya. Contoh :
سرنا في ليل بهيم كانه البحر ضلا ما و ارهابا
Artinya : “Aku berjalan pada suatu malam yang gelap dan menakutkan, bagaikan berjalan di tengah laut.

2)         Tasybih Muakkad adalah tasybih yang dibuang adat tasybihnya. Contoh:
الجواد في السر عة برق خا طف
Artinya : “Kecepatan kuda balap itu bagaikan kilat yang menyambar.”

3)         Tasybih mujmal adalah tasybih yang dibuang wajah syibehnya. Contoh :
وكانن الشمس المنيرة دينا ر جلته حدائد الضراب
Artinya : “Matahari yang bersinar itu sungguh bagaikan dinar (uang logam) yang tampak kuning cemerlang berkat tempaan besi cetakannya.”

4)         Tasybih mufashal adalah tasybih yang disebut wajah syibehnya. Contoh :
        انت نجم في رفعة وضياء تجتليك العيون شرقاوغربا
Artinya : “Kedudukan yang tinggi dan kemasyhuran bagaikan binatang yang tinggi lagi bercahaya. Semua mata baik di belahan timur maupun barat menatap arahmu.

5)         Tasybih baligh adalah tasybih yang dibuang alad tasybih nya dan wajah syibehnya. Contoh :
     اين ازمعت ايهذا الهما نحن نبت الربا و انت الغمام
Artinya : “Ke manakah tuan hendak menuju, wahai raja pemurah? Kami adalah tumbuh-tumbuhan pegunungan dan tuan adalah mendung.

6)         Tasybih tamtsil adalah tasybih bila wajah syibehnya berupa gambaran yang dirangkai dari keadaan beberapa hal, dan disebut tasybih ghair tamtsil bila wajah syibehnya tidak demikian. Contoh :
     قدانقضت دولة الصيام وقد بشرسقمالهلال با العيد يتلو الثريا كفااغر شره يفتح فاهررلاكل عنقود
Artinya : “Telah berakhir masa kekuasaan puasa, dan kesakitan bulan sabit telah menyampaikan berita gembira datangnya hari raya, bulan sabit itu mendekati gunung suraya seperti orang rakus yang membuka mulutnya untuk memakan anggur.”

7)         Tasybih dhimni adalah tasybih yang kedua tharafnya tidak dirangkai dalam bentuk tasybih yang kita kenal, melainkan keduanya hanya berdampingan dalam susunan kalimat. Tasybih jenis ini didatangkan untuk menunjukkan bahwa hokum (makna) yang disandarkan kepada musyabbah itu mungkin adanya. Contoh :
 كرم تبين في كلا مك ما ثلا و يبين عتق الخيل من اصواتها
Artinya : “Dalam pembicaraanmu terkesan kebangsawananmu karena kuda yang istimewa itu dapat diketahui melalui ringkikannya.

H. KALIMAT-KALIMAT TASYBIH

Contoh-cotntoh kalimat tasybih al-balaghah antara lain:

  انت كالشمس في الضياء وإن جا  . وزت كيوان في علوّالمكان
Artinya : “Engkau bagaikan matahari yang memancarkan sinarnya walaupun kau berada di atas planet Pluto di tempat yang tinggi.”

يهزالجيش حولك جانبيه # كما نفضت جناحيها العقاب
Artinya : “Pasukan di sekelilingmu bergerak seirama di kanan kirimu, sebagaimana burung yang menggerakkan kedua sayapnya.” 

هو بحر السماح و الجود فازدد # منه قربا تزدد من الفقلر بعدا
Artinya : “Ia adalah lautan kemurahan. Tingkatkan pendekatanmu kepadanya, maka kamu akan bertamabah jauh dari kefakiran.”

وبدا الصباح كان غرته # وجه الخليفة حين يمتدح
Artinya : ”Pagi telah muncul, seakan-akan gebyarnya adalah wajah khalifah ketika dipuji.”

من يهن يسهل الهوان عليه # ما لجرح بميت ايلام
Artinya : “Barang siapa yang merendah, maka akan mudah ia menanggung kehinaan. Luka bagi mayat tidak memberinya sakit.”

انت كالشمس في الضياء وإن جا # وزت كيوان في علوّالمكان
Artinya : “Engkau bagaikan matahari yang memancarkan sinarnya walaupun kau berada di atas planet Pluto di tempat yang tinggi.”

 سرنا في ليل بهيم كانه البحر ضلا ما و ارهابا
Artinya : “Aku berjalan pada suatu malam yang gelap dan menakutkan, bagaikan berjalan ditengah laut.

الجواد في السر عة برق خا طف
Artinya : “Kecepatan kuda balap itu bagaikan kilat yang menyambar.”

وكانن الشمس المنيرة دينا ر جلته حدائد الضراب
Artinya : “Matahari yang bersinar itu sungguh bagaikan dinar(uang logam) yang tampak kuning cemerlang berkat tempaan besi cetakannya.”

انت نجم في رفعة وضياء تجتليك العيون شرقاوغربا
Artinya : “Kedudukan yang tinggi dan kemasyhuran bagaikan binatang yang tinggi lagi bercahaya. Semua mata baik dibelahan timur maupun barat menatap arahmu.

اين ازمعت ايهذا الهما نحن نبت الربا و انت الغمام
Artinya : “Ke manakah tuan hendak menuju, wahai raja pemurah? Kami adalah tumbuh-tumbuhan pegunungan dan tuan adalah mendung.



قدانقضت دولة الصيام وقد بشرسقمالهلال با العيد يتلو الثريا كفااغر شره يفتح فاهررلاكل عنقود
Artinya : “Telah berakhir masa kekuasaan puasa, dan kesakitan bulan sabit telah menyampaikan berita gembira datangnya hari raya, bulan sabit itu mendekati gunung suraya seperti orang rakus yang membuka mulutnya untuk memakan anggur.”

 كرم تبين في كلا مك ما ثلا و يبين عتق الخيل من اصواتها
Artinya : “Dalam pembicaraanmu terkesan kebangsawananmu karena kuda yang istimewa itu dapat diketahui melalui ringkikannya.

















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Ada 3 istilah ilmiah dalam ilmu Bayan, yakni :
v  Al-Fashahah ( Tampak dan Jelas )
v  Al-Balaghah ( Sampai  dengan indah dan jelas )
v  Al-Ushlub ( Cara atau metode yang tersusun)
2. Ada 5 aspek keindahan bahasa dalam ilmu Bayan, yakni:
Ø  Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan)
Ø  Al-Hakiki (makna yang sebenarnya)
Ø  Al-Mazaji (makna kiyasan)
Ø  Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran)
Ø  Pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa)
3. Tasybih ialah perbandingan atau perumpamaan kata dengan kata lain.
4. Rukun tasybih :
§  Musyabah, yaitu sesuatu yang hendak diserupakan.
§  Musyabah bih, sesuatu yang diserupai, kedua unsur ini disebut Thorafai Tasybih (kedua pihak yang diserupakan).
§  Wajh al-Syibh, yaitu sifat yang terdapat pada kedua pihak itu.
§  Adat al-Tasybih, yaitu huruf.
5. Tujuan tasybih :
ü  Bayaan miqdaar al-shifat (menjelaskan kualitas sifat)
ü  Taqriir al-shifat (meneguhkan sifat)
ü  Tahsiin al-musyabbah (memperindah musyabbah)
ü  Taqbiih al-musyabbah (memperburuk musyabbah)
ü  Tashwiir al-musyabbah bi shuurah al-thariifah
ü  Itsbaat qadhiyyah al-musyabbah
6. Macam-macam tasybih :
·         Tasybih mursal
·         Tasybih Muakkad
·         Tasybih mujmal
·         Tasybih mufashal
·         Tasybih baligh
·         Tasybih tamtsil
·         Tasybih dhimni

B. Harapan
            Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu mahasiswa dan pembaca paham dan mengetahui secara pasti tentang tasybih.









DAFTAR PUSTAKA

1.      Al-Qur’an dan Terjemahannya  penerbit: PT Karya Toha Putra, Semarang. Hal: 105
2.      Soft Copy dari bapak Isra, M.Ag
3.      Buku fotocopyan dari bapak Isra, M.Ag




1 komentar: