Minggu, 19 Januari 2014

MAKALAH KEMAGNETAN BAHAN


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan rahmat-Nya kami diberi kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata kuliah KD-IPA2.
Makalah yang berjudul “Kemagnetan Bahan” merupakan aplikasi dari kami. Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah tersebut juga untuk memberikan pengetahuan tentang “Kemagnetan Bahan”.
Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan memberi wawasan ataupun menjadi referensi kita dalam mengetahui dan mempelajari tentang “Kemagnetan Bahan” .
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.






Bumiayu, 22 November 2013







PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN MAGNET
Kata magnet berasal dari bahasa Yunani yaitu magnes atau magnetis lithos yang berarti batu dari magnesia.
Penemuan magnet ini telah diketahui di Yunani, India, dan Cina sekitar 2500 tahun yang lalu magnet berasal dari Lodestones yaitu berasal dari bijih besi. Magnet secara alami diciptakan yang dapat menarik potongan besi lainnya. 
Sesuai dengan asal nama magnet diberikan yaitu magnet berasal dari bahasa Yunani berarti "batu dari Magnesia", bagian dari Yunani kuno dimana Lodestones ditemukan. Lodestones merupakan kompas magnetik pertama.
 Magnet merupakan benda yang dapat menarik benda-benda lain di sekitarnya seperti besi, baja, dan kobalt. Sebuah magnet terdiri atas magnet-magnet elementer yang tersusun secara teratur. Magnet mmepunyai bagian yang paling kuat daya tariknya yaitu bagian kutub magnet, terdiri dari kutub utara (KU) dan kutub Selatan (KS).
Untuk menjelaskan tentang magnet, Weber mengemukakan teorinya yang disebut dengan “Hipotesis Weber” yang isinya sebagai berikut :
1.      Bahan magnetik terdiri atas atom-atom magnetik yang disebut magnet elementer. Setiap magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan. Ketka magnet dipotong, maka potongan-potongan tersebut akan menjadi magnet baru yang juga mempunyai kutub utara dan kutub selatan. Jika pemotongan terus dilakukan hingga sekecil-kecilnya, maka akan terbentuk atom magnet. Atom magnet tersebut pun akan memiliki kutub utara dan kutub selatan.
2.      Pada bahan yang belum menjadi magnet, maka magnet elementernya belum tersusun dengan teratur. Sehingga kutub utara sebuah magnet elementer terhubung dengan kutub selatan pada magnet elementer yang lain. Dengan demikian, magnet-magnet elementer pada bahan tersebut terangkai seperti lingkaran.
3.      Pada bahan yang sudah menjadi magnet, magnet elementer sudah tersusun dalam barisan yang teratur dengan pola lurus. Kutub utara bertemu dengan kutub selatan dengan berurutan.
4.      Magnet elementer besi mudah diarahkan sehingga besi lebih mudah dijadikan magnet. Akan tetapi sifat kemagnetan besi mudah hilang. Sedangkan magnet elemeter baja sangat sukar diarahkan, akan tetapi ketika sudah bisa diarahkan, sifat kemagnetannya akan bertahan lama.
2. BAHAN MAGNETIK DAN NONMAGNETIK
Berdasarkan asalnya, magnet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu magnet alam, yakni magnet yang ditemukan di alam dan magnet buatan, yakni magnet yang sengaja dibuat oleh manusia.
Selanjutnya, berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet buatan dikelompokkan menjadi magnet tetap (permanen) dan magnet sementara. Magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya tetap (terjadi dalam waktu yang relatif lama). Sebaliknya, magnet sementara adalah magnet yang sifat kemagnetannya tidak tetap atau sementara. Pada umumnya, magnet permanen terbuat dart baja, sementara magnet tidak tetap terbuat dari besi
Salah satu sifat magnet adalah memiliki gaya tarik. Artinya, apabila magnet diletakkan berdekatan dengan jenis-jenis logam tertentu akan menarik dan mempertahankan logam tersebut untuk tetap menempel padanya. Benda-benda logam apa saja yang dapat ditarik oleh magnet dan benda-benda apa yang tidak dapat ditarik oleh magnet? Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik dan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan nonmagnetik.
3. MENGELOMPOKKAN BAHAN MAGNETIK DAN NONMAGNETIK
            Bahan magnetik dikelompokkan menjadi dua yaitu ferromagnetik dan paramagnetik. Bahan ferromagnetik ialah bahan yang mampu ditarik dengan kuat oleh magnet. Contohnya: besi, baja, nikel, kobalt. Bahan paramagnetik ialah bahan yang mampu ditarik dengan lemah oleh magnet. Contohnya: alumunium, magnesium, platina.
            Bahan nonmagnetik atau yang biasa disebut dengan diamagnetik yaitu bahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Contohnya: tembaga, emas, perak, seng.
4. SIFAT-SIFAT MAGNET
1.      Dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi dan baja.
2.      Memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub utara adalah kutub magnet yang selalu mengarah ke kutub utara bumi. Kutub selatan adalah kutub magnet yang mengarah ke selatan bumi.
3.      Gaya tarik terbesar terletak pada kutub-kutubnya.
4.      Kutub magnet yang senama tolak-menolak dan kutub yang tidak senama tarik-menarik.
5.      Semakin dekat jarak kutub magnet terhadap bendanya, semakin kuat gaya tarikan magnet terhadap benda itu.
5. KUTUB MAGNET
http://mediarata.files.wordpress.com/2010/02/earth_dipole_mag_field_anim_big.gif?w=468&h=327
Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Setiap magnet, bagaimanapun bentuknya, mempunyai dua ujung dimana pengaruh magnetiknya paling kuat. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Salah satu kutub diberi nama kutub utara (U) dan kutub yang lain diberi nama kutub selatan (S). Magnet dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran meliputi magnet batang, tapal kuda, U, dan cakram.
Jika dua magnet saling didekatkan, mereka saling mengerahkan gaya, yaitu gaya magnet. Gaya magnet, seperti gaya listrik, terdiri dari tarik-menarik dan tolak-menolak. Jika dua kutub utara saling didekatkan, kedua kutub tersebut akan tolak-menolak. Demikian juga halnya jika dua kutub selatan saling didekatkan maka akan saling tolak-menolak. Namun, jika kutub utara utara salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan magnet lain, kutub-kutub tersebut akan tarik menarik. Aturan untuk kutub-kutub magnet tersebut berbunyi: Kutub-kutub senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama akan tarikmenarik.
Kutub magnet selalu ditemukan berpasangan, kutub utara dan kutub selatan. Jika sebuah magnet dipotong menjadi dua buah, dihasilkan dua magnet yang lebih kecil masing-masing mempunyai satu kutub utara dan satu kutub selatan. Prosedur ini dapat diulang-ulang, namun selalu dihasilkan sebuah magnet lengkap yang terdiri dari dua kutub yaitu kutub utara dan selatan. Gambar:
http://mediarata.files.wordpress.com/2010/02/magnet11.jpg?w=236&h=131&h=103
6. CARA MENGHILANGKAN KEMAGNETAN
Cara menghilangkan sifat kemagnetan antara lain:
1.      Dibakar.
2.      Dibanting-banting.
3.      Dipukul-pukul.
7. KEGUNAAN MAGNET DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1.      Jarum kompas adalah dari magnet permanen.
2.      Pintu kulkas memiliki magnet permanen agar selalu tertutup.
3.      Kartu ATM dan kartu kredit memiliki jalur magnet yang berisi informasi.
4.      TV dan monitor komputer menggunakan elektromagnetik untuk menghasilkan gambar.
5.      Mikrofon dan speaker menggunakan kombinasi magnet permanen dan elektromagnetik.
6.      Media rekaman magnetik: Tape VHS biasa mengandung golongan tape bermagnet. Informasi yang memproduksi video dan suara dikodekan pada lapisan bermagnet pada tape.
7.      Kaset audio kompak mengandung magnet untuk menghasilkan audio.
8.      Kartu kredit, kartu debit, dan kartu ATM: Semua kartu ini memiliki jalur bermagnet pada sisi-sisnya. Jalur ini mengandung informasi yang dibutuhkan untuk menghubungi institusi keuangan pribadi dan menghubungkan dengan rekening bank.
9.      Magnet di lemari es memastikan pintu lemari es kedap udara, dengan itu menghindari pemborosan energi.
10.  Loudspeaker dan mikrophon: Loudspeaker merupakan kombinasi magnet permanen dan elektromagnetik. Loudspeaker pada dasarnya perangkat yang mengkonversi energi listrik (sinyal) ke energi mekanik (suara). Elektromagnetik membawa sinyal, yang menghasilkan perubahan bidang megnet dan menarik bidang yang ada pada magnet permanen. Pergerakan penarikan dan penolakan menggerakkan kon, yang menghasilkan suara. Kebanyakan speaker tergantung kepada teknologi ini, tetapi ada juga yang menggunakan konsep yang berbeda.Mikrophon memiliki kon atau selaput yang terlekat pada gelongan kabel. Gelung itu terletak dalam megnet berbentuk khusus. Bila suara mengegarkan selaput maka gelung itu turut bergetar dan menghasilkan voltage saat ia melalui medan magnet. Voltage dalam kabel ini adalah sinyal listrik yang mewakili suara asal.
11.  Motor listrik dan generator: Motor listrik (seperti speaker) tergantung pada kombinasi eletromagnet dan magnet permanen, dan seperti speaker, mengganti energi listrik menjadi energi mekanis. Generator bertindak merubah energi mekanis ke energi listrik.
12.  Transformer / trafo : Transformer merupakan perangkat yang mengkonversi energi listrik antara dua perangkat yang terpisah mengngunakan listrik melalui konektor magnet.








DAFTAR PUSTAKA

Tim AVIVA. 2011. Maestro (Materi Esensial Terprogram). Klaten: CV AVIVA
Nugroho, Djoko. 2009. FISIKA untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar